Skip to main content

Saat Anak (dan Suami) Bosan Makan Nasi

Ada saatnya anak-anak (dan suami) bosan dengan makanan yang disajikan setiap hari, terutama saat mereka baru pulih dari sakit. Perlu variasi makanan untuk membuat mereka tetap mau makan. Biasanya anak-anak juga ada masa-masa tidak mau makan nasi, itu yang sering saya alami. Aanak-anak saya sering menolak makan nasi, yang biasanya anak lain justru tidak mau makan sayur, alhamdulillah anak-anakku tidak mengalami hal ini. Justru mereka sering ogah-ogahan makan nasi, sehingga saat disuapi makan sering menolak nasinya tapi tetap mau melahap lauk pauknya :D.



Saat-saat seperti ini biasanya saya menawarkan, oatmeal, karena memang simpel pengolahannya dan kandungan gizinya pun sangat bagus. di rumah selalu tersedia ota meal, sehingga saat anak-anak tidak menghabiskan porsi nasi dari makanan mereka, biasanya saya tawarkan oat meal. biasanya disajikan begitu saja tanpa makanan pendamping tapi kadang saya tambahkan madu, atau dengan pisang untuk dek Paksi.

dek Paksi yang sudah muali memasuski masa-masa susah makan dan memilih makanan (saat ini 15 bulan), biasanya saya buatkan oatmeal dan potongan pisang. seduh oatmeal dan masukan potongan pisang tanpa menghacurkannya, jadi pisang masih utuh dan tidak dihancurkan dalam otameal. lalu biarkan mereka makan dan menyuap sendiri....

Selain cara praktis dan instan seperti oatmel, biasanya saya coba menawarkan mebuat spaghetti. selain karena juga praktis, kandungan gizinya pun tidak kalah asalkan saosnya kita buat sendiri. Anak-anak dan ayahnya pasti suka dibuatkan spaghetti ala ibu Ophi saat mereka merasa bosan dengan nasi.

Saya coba untuk membagi resepnya:

Rebus spaghetti (atau bisa juga diganti makaroni sebagai variasi), jangan lupa masukkan sesendok minyak dalam rebusan spaghetti tersebut agar tidak menempel satu sama lain, setelah empuk, tiriskan dan sisihkan

Untuk saosnya, siapkan bawang bombay dan iris kasar, bawang putih cacah kasar, daging giling, saos tomat, irisan tomat, jamur jika suka, lada bubuk, kayu manis bubuk, keju, garam, tepung maizena, margarin untuk menumis, dan oregano jika ada.


Tumis bawang bombay dan bawang putih hingga harum, masukkan daging giling setelah setengah matang dan harum masukkan garam, lada, jamur, saos, irisan tomat, kayu manis. masak sampai matang, lalu masukkan tepung maizena yang telah dicampur air. rebus sampai air berkuramg, teakhir masukkan parutan keju saat hendak diangkat.

spaghetti siap disantap :), untuk ayahnya saya sediakan juga saos sambal...


Solusi lain yang juga saya lakukan adalah mengajak mereka makan di luar, sesekali ini bisa jadi solusi, tapi makanan di rumah dan buatan Ibu mereka tentu lebih baik...jadi sesekali perlu juga mencari kreasi makanan pengganti nasi.



Comments

Popular posts from this blog

Melangitkan Sebuah Rindu Tuk Jadi Tamu di RumahMu

Duh semoga judulnya gak berasa lebay yaa. Tapi mengunjungi Baitullah merupakan satu rindu yang tidak hanya jadi mimpi di kala tidur buat saya. Mendengar orang bercerita tentangnya sering membuat hati saya bergemuruh. Melihatnya di televisi, di timeline medsos, di broadcast wa, atau bahkan jika tanpa sengaja melihatnya sekalipun sering membuat mata saya berkaca, tak jarang lalu ada yang mengalir di sudutnya. Pun ada yang menyentak-nyentak di balik dada. Saya merasakannya sebagai sebuah rindu.

Waspada Bahaya Racun Tomcat! Kenali dan Atasi Dengan Tepat!

Tomcat, keren sebutannya namun sayangnya efek dari racun yang berasal dari cairan tubuhnya baik melalui gigitan atau keluar dari tubuhnya karena dipencet atau terpencet ternyata sangat berbahaya bagi kulit. Sebuah sumber menyebutnya racun cairan Tomcat lima kali lebih kuat dari pada bisa Kobra. Bukan efek mematikan karena masuk dalam peredaran darah tetapi efeknya jika terkena kulit. Memang racun tomcat hanya menyerang kulit. Racun tersebut tidak mematikan walaupun sangat menyakitkan karena zat yang terkandung dalam cairan tomcat  yaitu paederin apabila terkena kulit kita akan menimbulkan gatal atau efek terbakar. 

FOCA Sachima: Cemilan Praktis untuk Keluarga di Segala Suasana

Morning Hectic Kehebohan rutin setiap pagi, -kecuali weekend -, rasanya hampir serupa untuk working mom tanpa asisten yang stay di rumah kayak aku. Apalagi kalau bukan seputar menyiapkan bekal untuk sarapan dan makan siang anak-anak,  plus bekal untuk aku dan suami karena kami juga berangkat kerja. Sesekali aku memang membawa bekal untuk makan siang di kantor.  Yang paling wajib adalah menyiapkan bekal untuk sarapan dan makan siang Ka Alin dan Ka Zaha. Sejak SMP, Dek Paksi menyempatkan sarapan di rumah lalu dibekali makanan ringan saja. Jadilah pagi hari harus jadi waktu yang efektif dan efisien untuk menyelesaikan tugas negara tersebut. Jujur lumayan PR memikirkan bekal dan menu apa yang harus disiapkan setiap paginya.  Bukan apa-apa karena bekal untuk Ka Alin dan Ka Zaha tuh wajib lengkap sih isinya. Secara mereka berdua berangkat pagi dan tidak sempat sarapan pagi di rumah, artinya sarapannya juga disiapkan di paket bekal yang mereka bawa. Mereka juga pulang petang, ...