Skip to main content

Posts

Showing posts from February, 2014

Sistem Pendukung Bidang Legislasi: Parlemen Korea Selatan

Legislative Counseling Office of the National Assembly of the Republic Korea a.k. South Korea. Wedewww berat amat judulnya, tadinya mau dikasih judul kayak gitu nih tulisannya. Hmm yang baca bisa lieur duluan, dan bakal diduga sebagai tulisan ilmiah hahaha. Ganti deh ahhh berat...Iya tulisan ini guna memenuhi janji diri untuk sharing tentang bagaimana supporting system di bidang legislasinya Parlemen Korea Selatan bekerja. Bukan dari hasil studi banding ke Korsel lhooo. Kalau studi bandingnya saya (alhamdulillah) gak diajak, karena enak bisa sekalian jalan-jalan. Tapi Kalau menerima tamu delegasi yang datang untuk studi banding ke kantor, saya diminta menyiapkan bahan dan mendampingi ...again alhamdulillah hahaha, Ilmunya tetep dapet kok *Curcol sekalian :P. Sebelumnya secara garis besar bagaimana sistem Pemerintahan Korea Selatan pernah sedikit saya ulas dalam tulisan sebelumnya, di sini yaa . Naah kali ini saya coba lebih fokus pada bagaimana sih profil sistem pendukung  bid...

Girl, You are Growing Up ... Let me be your friend

Percakapan I. Pada suatu sore jelang malam setiba Ibu dari kantor, Kakak Alinga bercerita sambil sedikit manyun. Kaka: "Ïbuu, kenapa aku dibawain foto keluarga yang itu?" (ceritanya dia ditugaskan membawa foto keluarga ukuran 3R oleh gurunya untuk suatu bidang studi, dan saya bawakan poto kami berlima dari hasil ber-narsis ria di potobox, maklum agak susah poto berlima dengan para krucils yang susah diatur ini). Ibu: Lhoo kenapa memang, kan photonya lucu, seru-seruan  (Ibunya tetep PD kalau  itu poto yang tepat, karena kita terlihat lucu, seru dan apa adanya hahaha) Kaka: Iya Ibuu, aku kan diketawain sama temen-temen... Ibu: Kok diketawain? memang kenapa??kan potonya lucu  (kekeuh PD ibunya) Kaka: Iya disitu aku kan manyun gitu mulutnya pas di poto (halaah, kan itu gayamu sendiri naak :)), aku jadi diketawain sama temen-temen, mereka potonya ga ada yg kayak begitu bu, Alisya aja ngetawain aku, katanya kasiaaan deh diketawain sm temen2, gitu .....

Mengapa Saya Bekerja?

Hmm emang ada yang nanya ya?? kayaknya gak ada sih. Tulisan inipun tidak ditujukan sebagai bentuk pembelaan diri atau justifikasi apapun. Tak lain karena saya sekarang sudah jauh lebih pasrah, - kalau pake kata tawakkal takutnya belum pantes- bahwa memang di jalan inilah hidup saya hari ini, saat ini. Ibu bekerja dengan 3 anak yang masih kecil-kecil . Tulisan inipun bentuk spontanitas saja. Memang sejujurnya antara lain karena tersenggol (gak sampai tertampar) oleh banyaknya broadcast dan share di berbagai media sosial baik berbentuk gambar yang disertai suatu percakapan, maupun hanya memuat percakapan antara Ibu dan anak yang pada intinya mengumpamakan seorang ibu yang bekerja menitipkan anaknya pada ART di rumah, sebagai Ibu yang menilai anaknya tak lebih bernilai dari harta benda.  Duuh saya sebagai Ibu bekerja jujur merasa seperti tertusuk langsung di ulu hati. marah? tersinggung? ah bukan itu sebetulnya, saya sudah lebih tenang mensikapi pandangan yang seperti ini. Le...

Galaksi Pungky yang (bukan) Punk-eh

Kebetulan (gak sengaja :P) saya memfollow sang Mak Tirinya, Emak Gaoel ...yang sejujurnya itu secara kebetulan juga karena sebagai nubie (bener gak ya nulisnya :D), saya memang sedang BW alias blog walking dan menemukan satu blog dengan banyak follower hehehe. . pasti seleb blog nih, follow ah. Eits bukan itu sih sebenernya, saya mengunjungi blog sang Emak Gaoel karena blio sedang mengadakan contest di blognya untuk memperingati ulang tahunnya. Hmm pengen banget ikutan dan tertantang, apalah daya blogger baru kayak saya, ternyata belum bisa ikutan contest-nya. Kalau ditanya kenapa (emang ada yang tanya :D) . Jawabannya karena belum PEDE hikss. Jadi sebenernya (kali ini beneran, bukan gak sengaja) memang belum mampu, bukan belum bisa hehehe. Naah saat itu salah satu syaratnya adalah memfollow sang Emak. Ya sud, jadilah saya follower by blog, twitter n FB dari sang Emak. Di ajang Srikandi Blogger 2014 ini, sang Emak gencar mempromosikan anak tirinya ini. Saya tidak langsung tertarik saa...

[ Tips ] Mengenakan Masker Wajah

Pagi ini, tetangga cubicle sebelah tiba-tiba bertanya, "phi, elo klo make masker kayak gimana? yang putihnya di luar atau di dalem". Naah lhoo, saya awalnya agak bingung, masker? putih di luar? oh ternyata maksudnya masker wajah alias face mask, itu lhoo masker untuk menutupi mulut dan hidung yang sekarang pastinya sedang "in" dan  jadi "trending item" di seputar Jawa Timur, Tengah dan beberapa daerah yang terkena imbas Abu Vulkanik Gunung Kelud. Saya sendiri memang pemakai masker wajah ini, tapi bukan jenis yang satu kali pakai. Yang jenis satu kali pakai, umumnya berwarna putih di satu sisi dan hijau muda di sisi lain. Tapi sekarang, sudah banyak variasi warna untuk sisi berwananya, mulai dari pink sampai abu-abu. Jika anda adalah ROKER (Rombongan Kereta) pasti akrab dengan para pedagang asongan yang menjajakan masker wajah tersebut, harganya Rp2.000/pcs. Awalnya saya memang membeli masker wajah satu kali pakai ini, tapi karena saya berjilbab ...

Edukasi Rubella bagi Semua: Urgensi Yang Terlupakan

Senin 10 February lalu, saya "membolos"dari kantor karena harus menemani jagoan kecil saya si Bungsu dek Paksi kontrol ke KKTK RSAB Harapan Kita. Klo ada yang belum tahu KKTK ini kepanjangan dari Klinik Khusus Tumbuh Kembang yakni Poliklinik khusus yang memantau, mendeteksi secara dini gangguan tumbuh kembang pada bayi dan anak yang diduga akan mengalami gangguan tumbuh kembang atau telah mengalami gangguan. Pelayanannya mencakup pemantauan jangka panjang, evaluasi tumbuh kembang, konsultasi psikologis, terapi wicara, terapi okupasi, dan fisioterapi. 

Surat untuk Stiletto Book

Dear Stiletto , Nah tuh benerkan?? Aku salah mengeja namamu lagi, ku ulang beberapa kali baru bener nih :). Tapi jujur yaa...justru namamu yang unik itulah yang akhirnya membuatku tertarik untuk meng-klik saat salah satu teman bloggerku mention namamu dalam tweet-nya. Itupun sejujurnya bukan yang pertama kali aku melihat namamu. Sejak bergabung di kumpulan emak-emak yang suka ngeblog (tiga bulan lalu), beberapa kali aku melihat namamu disebut-sebut dan diperbincangkan. Beberapa dari emak-emak hebat itu ternyata sudah menjadi penulismu. Aiiih, aku yang bermimpi punya buku yang ku tulis sendiri makin penasaran denganmu.  Naah akhirnya aku mem-follow twittermu dan meng-like page-mu, berkunjunglah aku ke rumah mayamu. Ooh ternyata kamu adalah “ penerbit buku yang mendedikasikan diri menerbitkan buku-buku fiksi maupun nonfiksi yang berkaitan dengan dunia perempuan .” Kok… aku jadi makin seneng sich, kayaknya kok pas gitu yaa hihi *GEER. Makin semangatlah untuk mengenalmu lebih ...

Afghanistan & Korea Selatan: Beranjak dari Keterpurukan

Saya sempat beberapa kali diminta mendampingi menerima tamu dan delegasi dari negara lain yang ingin memperoleh informasi dan sharing soal bagaimana proses pembentukan undang-undang dan bagaimana supporting sistem bekerja dalam mensupport pelaksanaan fungsi legislasi DPR. Di akhir tahun kemarin ada dua delegasi asing yang datang ke Deputi Peundang-undangan. Pada Tanggal 14 November 2013 lalu ada delegasi dari Afghanistan. Saat diminta pak Deputi untuk mendampingi dan menyiapkan bahan. Saya membayangkan para delegates dari Afghanistan bakal berpenampilan seperti para Taliban, bersorban dan berjubah dan pastinya tidak ada perempuan. Hmm ini nih akibat pemberitaan di media yang melulu soal kisruh Taliban dan al-Qaeda di sana.Ternyata saya salah besar, dari 24 orang yang datang hampir separuhnya perempuan, dan mereka tidak mengenakan burdah (penutup muka) justru sebagian hanya menyematkan kerudung/scraf di kepala jadi bukan berbentuk jilbab atau hijab pada umumnya. Penampilan mereka p...