Skip to main content

[ Tips ] Mengenakan Masker Wajah

Pagi ini, tetangga cubicle sebelah tiba-tiba bertanya, "phi, elo klo make masker kayak gimana? yang putihnya di luar atau di dalem". Naah lhoo, saya awalnya agak bingung, masker? putih di luar? oh ternyata maksudnya masker wajah alias face mask, itu lhoo masker untuk menutupi mulut dan hidung yang sekarang pastinya sedang "in" dan  jadi "trending item" di seputar Jawa Timur, Tengah dan beberapa daerah yang terkena imbas Abu Vulkanik Gunung Kelud.



Saya sendiri memang pemakai masker wajah ini, tapi bukan jenis yang satu kali pakai. Yang jenis satu kali pakai, umumnya berwarna putih di satu sisi dan hijau muda di sisi lain. Tapi sekarang, sudah banyak variasi warna untuk sisi berwananya, mulai dari pink sampai abu-abu. Jika anda adalah ROKER (Rombongan Kereta) pasti akrab dengan para pedagang asongan yang menjajakan masker wajah tersebut, harganya Rp2.000/pcs. Awalnya saya memang membeli masker wajah satu kali pakai ini, tapi karena saya berjilbab agak sulit memakainya karena telinga saya tertutup jilbab. Saya kemudian berpindah hati pada masker wajah dari kain yang bisa dicuci dan dipakai ulang, sekarang saya punya beberapa variasi warna hehehe. Jadi bisa disesuaikan dengan warna baju dan jilbab *halah

Tujuan saya memakai masker wajahpun biasanya bukan karena semata-mata saya sedang sakit (flu atau batuk) dan tak ingin menularkan pada orang lain terutama penumpang kereta lainnya. Tapi justru karena ingin melindungi diri dari debu dan segala macam polusi sepanjang perjalanan dari rumah menuju stasiun (dengan motor atau angkot), selama dalam kereta (commuter line/langsam) dan dari stasiun tujuan sampai ke kantor (dengan berjalan kaki). Karena kebutuhan tersebut, lalu saya berinisiatif membeli masker wajah yang bisa dipakai berulangkali tadi, karena memang fungsi lebih untuk menghindari diri dari debu, asap rokok dan polusi sejenisnya.


Nah kembali ke pertanyaan teman saya tadi, ternyata cara memakai masker wajah sekali pakai itu ada ketentuannya. Saya sendiri jujur tak pernah tahu. Meskipun sering bertanya-tanya sendiri (hahaha ada baiknya tanyak pada ahlinya yaa, supaya dapat jawaban) kenapa ada dua warna, selalu putih di satu sisi dan warna lain di sisi lainnya. lalu bagaimana seharusnya kita mengenakannya. Warna putih di bagian dalam atau sebaliknya?Mungkin banyak orang yang justru sudah tahu mengapa, sehingga mereka menggunakannya dengan cara yang tepat. Kali ini saya ingin berbagi dengan yang belum paham seperti saya. Bagaimana cara mengenakan masker wajah sekali pakai yang tepat.

melindungi orang lain kenakan warna putih di bagian dalam, *thx tar for being a model :P

melindungi diri, kenakan warna putih di bagian luar

Menurut temannya teman saya tadi :D yang memang seorang dokter (karena merujuk pada tenaga kesehatan yang memang ahli di bidangnya, makanya saya berani sharing hihihi), ternyata pemakaian masker ini ada aturannya. Pemakaiannya tergantung pada tujuan kita memakainya. Jika kita ingin mencegah terjadinya penularan penyakit/virus/bakteri yang dapat menyebar melalui udara, pernafasan atau sejenisnya dari diri kita kepada orang lain, yang berarti kita sedang tidak sehat/sakit maka sisi/bagian yang berwarna putih kita kenakan di dalam (sisi yang berwarna di luar). Sebaliknya jika kita ingin melindungi diri dari penyakit/virus/bakteri/debu/asap/polusi dan yang lainnya maka sisi yang berwarna putih kita kenakan bagian luar.

Jadi kesimpulannya sisi warna putih ini merupakan bagian penahan atau benteng, itu kenapa selalu ada yang berwarna putih. Putih-hijau, putih-pink, putih-biru, putih-abu, karena memang si putih inilah penandanya, bentengnya :). Jadi jangan salah lagi yaaa, apa tujuan kita memakai masker?? melindungi diri atau melindungi orang lain? dalam kasus abu vulkanik, maka seharusnya yang kita mengenakan masker dengan bagian putih di luar, karena kita ingin melindungi diri dari efek  abu vulkanik. Sebaliknya saat kita sedang flu, batuk, pilek maka kenakan, sisi warna putih di bagian dalam, untuk melindungi orang-orang sekitar kita agar tidak tertular.

Terjawab sudah pertanyaan dan kebingungan saya, kenapa saya sering melihat dokter atau tenaga kesehatan di rumah sakit yang mengenakan masker wajah berbeda-beda. Ada yang mengenakan dengan sisi putih di luar, tapi tak jarang dengan sisi berwana di luar. Awalnya saya pikir, berarti cara pakainya, suka-suka ajah. Maunya bagaimana, ternyata memang tujuan masing-masing memakainya yang berbeda. Naaah asumsi dan hipotesa awal ternyata tak selalu benar, hiks... untuk pastinya ada baiknya memang ditanyakan kepada ahlinya... Tapi yang pasti jangan dicuci yaa masker sekali pakainya...emangnya upin ipin, dicuci sampai robek. hahaha. Okeh semoga bermanfaat untuk yang belum tahuu...

Monggi disebarkan, sapa tahu masih banyak yang belum paham seperti saya. :)

Comments

  1. Laah saya baru tau mbak padahal saya make setiap hari, secara kerja nya di lab. he3 *maluuuu* TFS ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihihi, saya juga baru tahu niih... makasih dah mampir

      Delete

Post a Comment

Terimakasih sudah silaturahim, silahkan meninggalkan jejak di sini. Comment yang masuk saya moderasi terlebih dahulu ya. Mohon tidak meninggalkan link hidup.

Popular posts from this blog

Melangitkan Sebuah Rindu Tuk Jadi Tamu di RumahMu

Duh semoga judulnya gak berasa lebay yaa. Tapi mengunjungi Baitullah merupakan satu rindu yang tidak hanya jadi mimpi di kala tidur buat saya. Mendengar orang bercerita tentangnya sering membuat hati saya bergemuruh. Melihatnya di televisi, di timeline medsos, di broadcast wa, atau bahkan jika tanpa sengaja melihatnya sekalipun sering membuat mata saya berkaca, tak jarang lalu ada yang mengalir di sudutnya. Pun ada yang menyentak-nyentak di balik dada. Saya merasakannya sebagai sebuah rindu.

Waspada Bahaya Racun Tomcat! Kenali dan Atasi Dengan Tepat!

Tomcat, keren sebutannya namun sayangnya efek dari racun yang berasal dari cairan tubuhnya baik melalui gigitan atau keluar dari tubuhnya karena dipencet atau terpencet ternyata sangat berbahaya bagi kulit. Sebuah sumber menyebutnya racun cairan Tomcat lima kali lebih kuat dari pada bisa Kobra. Bukan efek mematikan karena masuk dalam peredaran darah tetapi efeknya jika terkena kulit. Memang racun tomcat hanya menyerang kulit. Racun tersebut tidak mematikan walaupun sangat menyakitkan karena zat yang terkandung dalam cairan tomcat  yaitu paederin apabila terkena kulit kita akan menimbulkan gatal atau efek terbakar. 

FOCA Sachima: Cemilan Praktis untuk Keluarga di Segala Suasana

Morning Hectic Kehebohan rutin setiap pagi, -kecuali weekend -, rasanya hampir serupa untuk working mom tanpa asisten yang stay di rumah kayak aku. Apalagi kalau bukan seputar menyiapkan bekal untuk sarapan dan makan siang anak-anak,  plus bekal untuk aku dan suami karena kami juga berangkat kerja. Sesekali aku memang membawa bekal untuk makan siang di kantor.  Yang paling wajib adalah menyiapkan bekal untuk sarapan dan makan siang Ka Alin dan Ka Zaha. Sejak SMP, Dek Paksi menyempatkan sarapan di rumah lalu dibekali makanan ringan saja. Jadilah pagi hari harus jadi waktu yang efektif dan efisien untuk menyelesaikan tugas negara tersebut. Jujur lumayan PR memikirkan bekal dan menu apa yang harus disiapkan setiap paginya.  Bukan apa-apa karena bekal untuk Ka Alin dan Ka Zaha tuh wajib lengkap sih isinya. Secara mereka berdua berangkat pagi dan tidak sempat sarapan pagi di rumah, artinya sarapannya juga disiapkan di paket bekal yang mereka bawa. Mereka juga pulang petang, ...