Skip to main content

Posts

Showing posts from April, 2014

My Telkomsel? Iya ... Telkomsel-ku :)

Hai semua... para pelanggan Telkomsel pengguna Simpati, Hallo dan AS, sudah tahu belum kalau sekarang ada aplikasi baru yang diluncurkan oleh Telkomsel dengan nama My Telkomsel . Hmm mungkin tujuannya supaya kita makin merasa dekat ya dengan Telkomsel, My Telkomsel - Telkomselku :). Aplikasi ini diluncurkan untuk memberikan kemudahan akses layanan pelanggan yang menggunakan smartphone dan tablet yang memiliki system operasi Android, IOS dan Blackberry. MyTelkomsel memberikan informasi profile pelanggan, memudahkan isi ulang pulsa, dan pembelian paket layanan Telkomsel lainnya.  Untuk lebih lengkapnya saya mau sharing pengalaman melalui blog saya ini. Saya sih sudah download aplikasinya di Blackberry saya. Tampilannya sedikit berbeda antar jenis gadget ya, tapi simpel dan mudah untuk digunakan kok. Karena saya sudah berlangganan paket Full BIS, saya tidak dikenai biaya saat mendownload. Untuk mereka yang tidak berlangganan paket internet dikenai tarif internet normal. Ukur...

[Wordless Wednesday ] Alinga's Paintings

Since she learned how to paint through paint program by Computer in her School. My 6,5 years old daughter does love to practice it at home with my net book. Here are some of her paintings... Proud of you dear... keep imagining...keep practicing. She names them by her self every picture The Castle by Ka Ainga

Bea Cukai Menjaga Indonesia di Kawasan Perbatasan

Kita pasti sering membaca running text di media TV seperti ini: “Bea Cukai gagalkan penyelundupan kayu illegal di perbatasan kepualauan Riau”, atau “Bea Cukai amankan 120kg ganja di pebatasan Indonesia Malaysia”, dan informasi sejenisnya. Sudah tahukah siapa yang dimaksud dengan Bea Cukai? Kok tugasnya kayak polisi atau tentara ya?? Tak kenal maka tak sayang... yuuk mari kita kenali lebih jauh siapakah “Bea Cukai” ini dan apa hubungannya dengan perbatasan negara Indonesia dan keluar masuknya barang dari wilayah NKRI?

Taby Kyrka: The Old Cruch of Taby #Oleh2Swedia

dengan latar belakang jendela gereja yang unik dengan hiasan kapal viking- poto koleksi pribadi Salah satu cerita yang cukup menarik seputar kunjungan saya ke Swedia Oktober 2013 lalu adalah kunjungan ke sebuah gereja tua di Kota Taby. Pada hari kedua program, kami memang satu hari penuh mengunjungi satu municipal untuk belajar tentang praktik desentralisasi pendidikan di sana. Panitia melengkapi study visit hari itu , yang insyaAllah ceritanya juga bakal saya share dalam satu tulisan tersendiri , *janji2 mulu, *toyor diri sendiri* dengan mengunjungi salah satu gereja tua di daerah Taby Municipal ini. Gereja Taby atau dalam bahasa Swedianya Täby kyrka adalah sebuah gereja abad pertengahan yang terletak di kota Taby, di profinsi Uppland, utara kota Stockholm. Gereja tua ini terkenal karena dinding dan langit-langitnya dilukis oleh seorang pelukis Swedia ternama Albertus Pictor. Kami mendapat penjelasan dan sejarah dari seorang guide yang bernama Mr Goran Nilsson. ...

Ngadem di Setu Babakan - Kawasan Budaya Betawi

Menjelang siang kami meluncur, kami berharap sabtu ini tidak terlalu macet seperti sabtu pagi biasanya. Long weekend, smoga lebih banyak yang sudah ada di luar kota. Ternyata eh ternyata, jalanan lumayan padat dan macet di beberapa titik. Akhirnya kami sampai di Selatan Jakarta, tepatnya kelurahan Srengseng Sawah Kecamatan Jagakarsa.  Kawasan perkampungan Budaya Betawi ini secara keseluruhan luasnya sekitar 289 Hektar, sedangkan Setu Babakannya sekitar 25 hektar dan berbatasan antara Kota Jakarta Selatan dan Kota Depok

Diary Sang Zombigaret Kesepian

[FIKSI] "Ibuuu,  ada hantuuu", seorang anak kecil lari tunggang langgang ketakutan saat secara tak sengaja bertatapan denganku di lorong jalan menuju rumahku malam ini. Sial, aku lupa mengenakan kaca mata dan topiku. Padahal aku sudah mengenakan masker menutupi mulut dan hidungku. Pasti anak itu mengira aku hantu nyasar. Buru-buru kupercepat langkahku. Wajahku yang kian memucat dengan bola mata memerah dilengkapi kantung hitam membuat ketampananku sirna tanpa jejak.

Giveaway Mendongeng ala Ibu Ophi

Mendongeng? Jujur saya awalnya merasa kurang jago. Walaupun sebenarnya saya cukup ekspresif dan atraktif saat sedang mendongeng, tapi kesulitan saya adalah menemukan ide cerita atau dongengnya. Saya lebih sering membacakan cerita atau dongeng dari buku, majalah atau bahkan dari blog-blog yang berisi kumpulan cerita atau dongeng untuk anak.

Mengenang Proses Kehadiranmu, Zaha Tantra Ziayudi

Dear Ka Zaha , Tak kalah menggetarkan arti hadirmu bagi kehidupan Ibu. Saatpun akhirnya Ibu teryakinkan bahwa telah mengandungmu, saat itu Ibu hanya bisa bersyukur karena segera mengetahuinya. Saat itu Ibu masih mengkonsumsi pil kontrasepsi nak. Iya memang Ibu belum merencanakan kehamilanmu sayang. Usia Ka Al baru 9 bulan. Ibu masih ingat pada ucapan dokter sebelum ibu menandatangani form saat hendak melahirkan kakak Al bahwa setidaknya Ibu harus menunggu satu tahun untuk bisa hamil lagi. Lagi-lagi Ibu akhirnya cuma bisa bersyukur bahwa saat akhirnya Ibu teryakinkan bahwa kamu telah berusia 6 minggu, Ibu telah berhenti mengkonsumsi pil kontrasepsi. Ah iya karena sulit menentukan usiamu berdasarkan hitungan datang bulan Ibu, maka dasar penghitungannya benar-benar berdasarkan penghitungan dari hasil USG. Entahlah, agak membingungkan bagi Ibu, tapi itulah yang terjadi. Bagaimana akhirnya Ibu menduga terjadi sesuatu di dalam rahim Ibu adalah karena siklus dan po...

Liburan ke Taman Mini Indonesia Indah

Sebuah Miniatur Indonesia Indah Warisan Bagi Generasi Masa Datang T aman Mini Indonesia Indah (TMII) merupakan suatu kawasan taman wisata bertema budaya Indonesia di Jakarta Timur dengan luas kurang lebih 150 hektar. Taman ini dilengkapi dengan 33 anjungan daerah dari Provinsi Nangoroe Aceh Darussalam di ujung barat hingga Provinsi Papua di ujung timur; 18 museum diantaranya yang terfavorit versi saya, ada Museum Transportasi, Museum Serangga, dan Museum Bayt Al-Qurán; 7 rumah ibadah , unit taman flora dan fauna yang paling anak-anak saya suka ada Taman Dunia Air Tawar, Taman Kupu dan Taman Kaktus ; wahana rekreasi yang paling banyak favorite list-nya: ada Kereta Aeromovel, Theater 4D, Istana Anak-Anak, Theater IMAX Keong Mas, Kereta Gantung (Skylift) dan Snowbay;  dan berbagai fasilitas penunjang lainnya. Gagasan lahirnya sebuah kawasan yang merupakan miniatur dari Indonesia ini lahir dari ide Ibu Negara Tien Soeharto pada tahun 1970. Ide briliant ini kemudian mulai ...

Beijing Trip: Assalamu'alaikum Beijing [Part 1]

Internet di hotel hanya tersambung dengan LAN dan diakses dari kamar hotel. Saya search jaringan wifi dari blackberry saya, ada beberapa yang available dan open, salah satunya Unicom saya coba sambungkan tapi tidak berhasil. Bisa jadi karena SIM card saya masih Telkomsel dan tidak diaktivasi untuk international roaming. Signal Telkomsel sendiri sudah berganti dengan sendirinya dengan Unicom. Tapi mengingat biaya cukup mahal dan saya memang berniat tidak mengganti kartu atau mengaktivasi international roaming. Paket tersedia Rp.100rb/hari sampai 400rb/minggu. Ah.. saya tunggu wifi aja deh... sapa tahu nanti di ruang conference bisa akses free wifi.

BeijingTrip: My Presentation & The Summer Palace [ Part 5]

Jangan lupa baca dulu Beijing Trip Part 4 yaa My Presentation Setelah satu hari diselingi acara study visit dan outing. Jadwal hari ini adalah full presentation untuk semua peserta yang belum mempresentasikan Change Projectnya. Saya pikir saya akan dapat giliran terakhir karena saya ada di group buntut (group 5). Ternyata saya menjadi penutup dari sesi pagi hari. lewat 2 menit dari 20 menit yang diberikan panitia untuk presentasi. Tema Change Project saya mengenai pengembangan metode partisipsi publik dalam rangka penyiapan Naskah Akademik dan RUU usul inisiatif DPR. So far sih, saya pribadi cukup puas dengan presentasi saya dan comment serta feedback dari beberapa peserta lain. Yang menarik juga adalah salah satu project dari rekan kami dari Bangladesh yang mengkombinasikan penanganan anak-anak yatim piatu yang terlantar dengan para manula. Jadi mereka ditempatkan dalam satu tempat dan penanganan dan pembinaannya dilakukan secara terintegrasi. Yang menarik adalah sesi pem...

Beijing Trip: Tiananmen Square & Forbidden City [ Part 6]

Sudah baca kan Beijing Trip Part 5? Closing Ceremon y Setelah farewell dinner semalam, pagi harinya acara penutupan secara resmi. Selain presentasi dari masing-masing group terhadap kesan dan pesan selama mengikuti program SIDA ini, kami juga melakukan evaluasi secara online terhadap keseluruhan program. Acara selesai lebih cepat dari jadwal karena presentasi dilakukan lebih cepat. Artinya setelah makan siang, kami free. Sebagian bersiap kembali ke negara masing-masing. Beberapa teman termasuk kami dari Indonesia yang masih punya waktu sampai tengah malam bersepakat menghabiskan sore ini untuk melihat Tiananmen Square dan Forbiden City yang letaknya masih dalam satu lokasi. Tentu saja dengan subway yang cukup hanya dengan 2RMB untuk satu kali jalan/one way. Saya pikir pada jam-jam sibuk, akan sangat padat, ternyata tetap kalah padat dari Commuter line yang setiap hari saya naiki menuju dan pulang dari kantor. So... ya biasalah buat saya tingkat kepadatan yang menurut teman Ch...

Menteng Park: Another Park to Green Your Day..

Selesai menunaikan hak dan kewajiban menyoblos, what next? Tadinya mau langsung jalan eh ternyata de Paksi rewel dan ngantuk. Ngelonin de Paksi sambil nemenin Ka Alinga mengerjakan setumpuk PR sebagai ganti dari libur seminggu karena anak kelas 6 UN. Judulnya memang bukan libur tapi belajar di rumah. Kelar sudah semua PR Ka Al yang sambil tersungut-sungut karena banyaknya PR, "aku capek bu...tanganku sakit ngerjain PRnya, mana susah lagi..." hiks kasian juga melihat anak yang belum genap 7 tahun ini mengerjakan PR Math & English yang menurut saya terlalu sukar untuk anak seusianya. Semua bisa dikerjakan dengan baik sih sama Ka Al. So far, nilai-nilainya pun selalu bagus dan dia terlihat happy belajar. Tapi tetep kadang di hati kecil ibunya ini tersimpan rasa kasian. Perasaan ibunya ini dulu waktu kelas 1 SD baru belajar membaca :D. PR terakhir untuk science project yang belum bisa diselesaikan harus beli alat-alatnya dulu, ah ini sih bukan PR untuk an...

Beijing Trip: Happy Erderly & Great Wall [ Part 4]

Baca cerita sebelumnya di Beijing Trip Part 3 yaa Happy Erderly People Sesi pagi sesuai jadwal kami studi visit di dua health center.   Tempat yang pertama adalah sebuah rumah perawatan orang-orang usia lanjut atau semacam panti jompo. Yin Ling Nursing Home for elderly people. Dari sisi fisik, gedung, dan fasilitas dari Nursing home sangat luar biasa demikian pula dari sisi pelayanan dan jasa kesehatannya.   Di home center ini tersedia sekitar 260 (mudah-mudahan tidak salah tangkap :D)  tempat tidur untuk para usia lanjut mulai usia 65 tahun sampai di atas 100 tahun. Setiap lantai menyediakan kamar-kamar yang terdiri dari kamar 1 tempat tidur, 2 tempat tidur, 3 tempat tidur dan 4 tempat tidur sesuai harga kamar. 

Beijing Trip: Zizhuyuan Park & another Xin Jiang Dinner [ Part 3]

Baca dulu yuuk Beijing Trip part 2 Presentation Session Seharian penuh saya menyimak presentasi dari 12 rekan kami. Masing-masing menyampaikan progress dan hasil dari Change Project masing-masing. Setiap presenter mendapat 20 menit alokasi waktu untuk presentasi dan 10 menit untuk sesi diskusi dan tanya jawab. Sesuai jadwal pukul 16.30 agenda hari ini selesai. Zizhuyuan Park Awalnya kami berencana tetap ingin ke salah satu tourist site yang masih ada di sekitar Beijing. Pilihannya Forbidden City, Tianammen Square atau Summer Palace. Summer Palace tutup sekitar pukul 17.00 dan kalau sudah malam tidak ada yang bisa kita lihat, begitu kata Xiu Ju teman Chinese kami. Jujur saya agak kecewa karena sangat berharap bisa ke tempat ini. Untuk kedua pilihan lain kami bisa saja memaksakan diri, tapi teman kami mengingatkan bahwa subway amat sangat penuh saat jam pulang kantor seperti ini. Jika kami pergi dalam group yang besar, beberapa teman Cambodia dan Bangladesh j...

Beijing Trip: Health Ageing Issue, Great Welcome Dinner & Xin Jiang Affirmation [ Part 2]

Sudah baca Beijing Trip Part 1 kan yaa? Yuuk lanjut... Fruitfull Opening Ceremony – Panel Seminar Hari senin, dimulailah kegiatan yang sesungguhnya dari tujuan kunjungan saya ke Beijing. Sudah saya sebutkan di bagian sebelumnya bahwa kunjungan kali ini dalam rangka regional seminar sebagai program lanjutan dari International Training Program on Public Service Management yang diselenggarakan dan didanai oleh Pemerintah Swedia melalui SIDA.    Sebagian cerita perjalanan saya sebulan di Swedia sudah saya posting di blog ini juga.   Jadwal sangat padat, setiap hari dimulai pukul 8.30 dengan beberapa coffee/tea break dan lunch break, dan berakhir pukul 16.30 sore. Hari pertama pastinya pembukaan.   Opening Ceremony diakhiri dengan keynote speech dari Pimpinan lembaga yang menjadi host/penyelenggara dari regional seminar. Sessi after lunch, full seminar dengan 4 orang panelis yang berbicara seputar isu Social Ageing, tepatnya Health Ageing.   4 panelis yang...

Indonesia Hebat Karena Para Penghebat itu Ada di Sekitar Kita

Merasa minder di kancah dunia internasional? Bingung apa yang bisa dibanggakan menjadi warga negara sebuah bangsa yang katanya besar ini? Malu dengan berbagai persoalan bangsa yang disorot minus oleh mata dunia? Jujur saya pernah merasakan hal tersebut, sering. Ujung-ujungnya saya kecewa. Kita sering kehilangan rasa bangga pada Bangsa yang BESAR ini. Berbagai berita di media masa yang setiap hari menjadi konsumsi kita sering justru membuat pikiran kita terseret pada arus negatif, bahwa kita sungguh bangsa yang tak bisa dibanggakan. Mungkin bukan karena kita tak punya kehebatan dibandingkan bangsa lain, tapi karena kita tidak atau belum tahu bahwa dalam carut marut kondisi sosial, ekonomi, politik, budaya, pendidikan dan semua sektor kehidupan, kita masih punya banyak hal untuk merasa optimis bahwa Indonesia Hebat.

Perempuan Yang Pantas Mewakili Perempuan

  Perempuan dan Laki-laki (Hakikatnya) Punya Potensi yang Sama. Dalam pengamatan dan pengalaman keseharian pekerjaan, saya melihat di banyak panitia kerja pembentukan suatu Rancangan Undang-Undang (RUU), Anggota Legislatif   perempuan belum seluruhnya mampu menunjukkan kontribusi maksimal. Banyak yang masih hadir hanya sebagai pemanis, -sekedar memenuhi kuorum- namun tidak memberi masukan dalam proses pembahasan atau masukan yang disampaikan kurang relevan atau sekedar berbicara. Tetapi saya pastikan, kondisi ini tidak terjadi pada seluruh anggota legislatif perempuan dan bukan hanya pada anggota legislatif perempuan, artinya tidak sedikit anggota legislatif laki-laki sekalipun yang kurang berperan atau meski secara potensi lebih punya pengalaman namun mereka kurang menunjukkan komitmen untuk berkontribusi dalam pembahasan RUU. Tidak heran jika raport kinerja legislasi sangat jeblok dalam penilaian banyak kalangan.