Skip to main content

Posts

Showing posts from December, 2014

Menulis dalam Porsi yang Tepat

Mengakhiri tahun ini alangkah baiknya menengok ke belakang. Melihat perjalanan selama satu tahun. Setelah scroll, klik kanan, klik kiri, scroll lagi berhentilah saya pada sebuah tulisan. Ada rasa bahagia menyelusup. Membaca rangkaian kata demi kata. Binar-binar mata rasanya tak bisa dicegah menikmati gambar-gambar penuh cinta dan keceriaan. Tulisan tentang perjalanan bersama keluarga kecil saya. Pengalaman family trip pertama yang cukup sukses mengakhiri tahun 2013 dan menyongsong tahun 2014. Saya bukan mau membahas ulang tulisan saya itu ya. Kalau penasaran bisa diintip di sini ceritanya . Bisa dibilang awal tahun ketika saya menulis, saya tengah semangat-semangatnya kembali ngeblog. Tepatnya sejak beberapa bulan sebelumnya bergabung di Kumpulan Emak Blogger dan tersengat semangat para emaks yang rajin berbagi lewat blogging. Saking semangatnya tulisan saya tentang perjalanan travelling tadi panjang sekali. Saking panjangnya yang membaca harus kuat jari karena harus scro...

6 Tujuan Wisata (Sejarah) di Washington DC yang Wajib Dikunjungi

Hari pertama di Washinton, tepatnya hari minggu 19 Oktober 2014 dijadwalkan city tour oleh panitia pukul 13.00 siang. Sebetulnya jadwal optional, kalau tidak ikut juga tak masalah. Tapi mengingat ketatnya jadwal workshop lima hari ke depan, tentu saja jangan sampai dilewatkan. Saya pikir Washington DC bukan kota tujuan wisata. Layaknya ibukota negara. Di sinilah tempat pusat perkantoran instansi pemerintahan berada. Jadi kalau wisata, berarti wisata ketatanegaraan, sejarah dan pemerintahan kali yaa. Let us Raise a Standard to which the Wise and Honest can Repair - Washington

Terimakasih untuk Saling Menjaga #illridewithyou

Jujur saya terharu sekali. Solidaritas #Illridewithyou dan #Wellridewithyou langsung menyebar secara global di media sosial seluruh dunia. Kampanye solidaritas anti Islamophobia ini muncul setelah peristiwa penyanderaan di salah satu cafe di Sydney yang mengakibatkan tewasnya Tori Johnson dan Katrina Dawson. Pelaku penyanderaan mengibarkan bendera hitam dengan tulisan kalimat tauhid. Peristiwa ini kemudian memang menimbulkan reaksi keras. Beberapa reaksi yang bersifat rasis juga tak pelak muncul terutama saat berada di kendaraan umum dan public area lainnya. Bahkan kabarnya muslimah yang berhijab dihimbau untuk tidak keluar rumah.  sumber dari twitter Peter Gould Namun yang melegakan adalah munculnya gerakan atau kampanye di media sosial Australia sebagai bentuk anti Islamophobia yang diawali dari sebuah kicauan di twitter. Munculnya hashtag #illridewithyou dimulai oleh sebuah akun @sirtessa milik seorang editor TV dan penulis, Tessa Kum. Bunyi lengkapnya "If you reg take ...

Serunya ke Pameran Alutsista

Hmmm Istilah ini saya yakin belum terlalu familiar di sebagian besar telinga masyarakat kita. Makhluk apakah Alutsista ini??  Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Alutsista itu kepanjangan dari Alat Utama Sistem Pertahanan. Namun ternyata banyak juga yang mengartikannya sebagai Alat Utama Sistem Persenjataan. Saya tak yakin persisnya istilah yang benar dari keduanya. Hmm saya sih sebetulnya bukan baru pertama kali ini mendengar istilah ini. Sejak dua tahun lalu, saat mulai digagasnya Rancangan Undang-Undang tentang Industri Pertahanan, pertama kali itu pula saya mendengar istilah ini. Naah tapi ya baru kali ini saya bisa melihat alat-alat yang dimaksud, wuiiih persis seperti gambaran kita tentang tentara atau TNI. alat-alat tersebut tampak "gagah" dan agak angker, selain terlihat berat juga besar-besar. 

Masjid Jami As Sa'adah Simprug #ReviewMasjid

Dulu sebelum menjadi pengguna commuter line, setiap hari saya mesti melewati komplek ini sebagai jalan tikus menuju kantor saya di Senayan.  Pemandangan yang cukup menarik, ada sebuah Masjid Jami' di komplek perumahan mewah di Jakarta Selatan ini yang sedikit "nyempil"di antara bangunan-bangunan lainnya di perumahan tersebut. Seebelah kiri persis Masjid ini adalah sekolah anak-anak atau Kid Montessori. Meski penasaran karena pada jam sholat terlihat banyak mobil dan motor parkir di depan pelataran Masjid yang sempit sekaligus menjadi tempat parkir tersebut. Saya sering melihat mobil-mobil mewah dan taksi-taksi yang parkir di sana. Mungkin supir mobil dan supir taxi sejenak sholat di Masjid yang tampak teduh tersebut. Suatu sore sepulang ke undangan di derah Kebon Jeruk dan berencana menuju Senayan, kami menyempatkan diri sholat di sana  mengejar waktu Ashar yang sempit. Sepatu atau sendal (alas kaki) harus dilepas sejak awal masuk pagar atau gerbang depan. Ada ru...

Masjid Baitul Ma'Moer Tip Top Ciputat #ReviewMasjid

tampak depan Sebetulnya rumah kami hanya berjarak 200 meter dari Supermarket Tip Top Ciputat. Namun dalam kondisi sedang belanja atau hanya sekedar mengajak main kkrucils di playgroundnya Tip Top, lalu bertepatan waktu sholat, kami lebih memilih sholat dulu di Masjidnya Super Market ini. Masjid ini dibangun bersamaan dengan dibangunnya Supermarket Tip Top di lokasi barunya ini beberapa tahun lalu. Sebelumnya menempati jalan yang sama di sebrang pemakaman umum dekat Pasar Cimanggis. Supermarket yang terhitung selalu ramai ini rupanya merasakan adanya kebutuhan pengunjung akan tempat ibadah yang nyaman. Pelanggan Tip Top memang tidak hanya didominasi oleh warga sekitar seperti saya. Banyak pelanggan "fanatik" yang tetap belanja di Tip Top meski pindah lokasi. Tidak terlalu jauh memang dari lokasi awal. Untuk ukuran Masjid umumnya memang terbilang tidak terlalu bessar, namun untuk ukuran tempat ibadah sarana perbelanjaan, Masjid Baitul Ma'moer ini cukup representat...

Tiga Kali Sectio, Bukan Ku Memilih

S aya menjadi Ibu bagi ketiga krucils saya secara sectio tanpa pernah merasakan kontraksi dan bukaan.  Ada stigma negatif terhadap wanita yang bersalin dengan proses section , seolah tak sempurna menjadi wanita dan bergelar Ibu. Terlebih ,  jika proses sectio dipilih karena alasan vaginal birth konon lebih sakit .  Alhmadulillah saya tak pernah ber pikir negatif se demikian.   Kalaupun ada yang memilih dengan alasan tersebut, bagi saya manusiawi saja. Saat hamil anak pertama, tak ter pikir akan melahirkan melalui sectio. Kebetulan saya pertama kali hamil dan melahirkan di Melbourne.   Tenaga kesehatan sangat mendukung p roses melahirkan secara natural. Terlebih untuk kehamilan tanpa masalah berat, dipastikan diarahkan untuk menjalani vaginal birth , kecuali untuk kasus khusus. Jadi sectio itu last option...just in emergency case.

Mimiku, Wanita Tangguh dalam Kesederhanaannya.

Tak ada Ibu yang sempurna untuk menjadi matahari bagi anak-anaknya. Karena toh tak perlu menjadi sempurna untuk memberi cinta sepenuh hati pada buah hatinya. Bahkan tak harus memberi, cinta seorang Ibu telah menyatu dalam denyut nadi sang buah hati bahkan sejak masih dibuai hangatnya rahim Ibu. Aku menyayangi Ibuku, Mimiku dengan segala apa yang ada padanya. Aku menyayanginya seperti adanya karena Mimi menyayangiku tanpa syarat. Memeluk Mimi, poto kenangan 13 tahun lalu. Tak menutup mataku bahwa Mimi bukan ahli masak yang handal. Masakannya biasa-biasa saja, sering terlalu asin bahkan di lidahku. Kakak sulung perempuanku lebih jago memasak, bukan belajar dari Mimi tapi karena zaman kuliah dulu ngekos di rumah orang Padang dan sering membantu memasak. Mimi juga bukan Ibu yang selalu ada di setiap waktu aku membutuhkannya. Aku sering kali menangis karena terjatuh atau kecelakaan kecil lain saat bermain dengan adik atau teman dan tak ada Mimi di rumah. Mimi sedang berdagang. Tapi k...