Skip to main content

Posts

Showing posts from March, 2015

Khayalan Pengguna Commuter Line.

Hmm mang harga BBM naik ya?? jadi berapa?? jujur saya tahu harga BBM naik, karena informasi di lini masa medsos lho?? Aih sombongnya?? bukan kok, jujur karena saya bukan pengguna langsung atau pengonsumsi langsung BBM. Iya untuk transportasi ke kantor saya pakai commuterline alias CL, dari rumah ke stasiun dan sebaliknya saja yang menggunakan motor tua kami, boncengan suami. Jadi biaya beli bensin motor itu bisa dibilang dibagi berdua kan ya?? jadi efek kenaikannya ya saya gak terlalu berasa. Mobil keluar carport bisa dibilang hanya sabtu minggu nemenin krucils jalan-jalan. Itupun kadang malasnya luar biasa kalau hari sabtu,  macet di mana-mana. Sekali-kali saat sedang tidak bisa membonceng suami saya kemudian memang menggunakan moda transportasi umum, angkot dan ojek. So far, masih belum terasa kenaikannya karena pernah naik BBM waktu itu kemudian tidak diiringin dengan penurunan saat BBMnya ternyata turun. Mestinya kalau sekarang naik ya itu artinya kembali ke tarif lama aja...

Mengejar Matahari Bromo

Sebelum lanjut ke bagian tulisan selanjutnya saya sarankan jika hendak mengunjungi kawasan Bromo maka siapakan waktu yang cukup. Mengunjungi Bromo memang harus menyediakan waktu cukup selain karena memang butuh waktu untuk bisa menjelajahi semua  spot yang recommended juga capek yaa kalau tergesa-gesa *Curcol*. Lanjut yaa sesuai judul, saya memang mau cerita bagaimana perjalanan kami mengejar matahari di kawasan Bromo Tengger, yang sayangnya waktunya terbatas karena salah satu rekan harus kembali ke Malang untuk mengejar pesawat. Tapi setidaknya sudah sah deh saya mengunjungi Malang karena sudah menyaksikan Matahari terbit alias sunrise di Bromo dan naik ke kawah Bromo *jiyaaah gaya*. Ini bukan kunjungan pertama ke Malang tapi kayaknya tidak sah jadi pengunjung Malang kalau belum menginjakkan kaki ke Bromo. Setelah hunting informasi dari berbagai sumber, akhirnya kami sepakat pergi kesana dengan bantuan salah satu travel yang awalnya hanya menyewakan mobil untuk perjal...

Rendang Nendang: Halal, Baik, dan Nendang!!!

kemasannya kece yaa Hmm pasti sudah tahu dong salah satu kuliner nusantara yang mendunia ini?? Yup Rendang. Olahan daging sapi khas Sumatera Barat yang selain me-nusantara juga sudah mendunia. Ihiyyy. Siang-siang ngomongin makanan khas dengan bumbu rempah melimpah yang otentik dan terasa di lidah ini pasti bikin selera makan kita tergoda ya. Inih saya baru aja habis icip *padahal mah buanyak tuh* olahan rendang yang saya baru kenal nih. Bukan bikinan sendiri, karena mengolah rendang itu selain butuh bumbu yang tak sedikit...juga takes time *baca emak2 pemalazz. Jadi untuk tetap mendapatkan daging yang endeuss tanpa obrak abrik dapur sendiri ini, bisa kita dinikmatinya dari sebuah brand makanan olahan daging yang logonya sapi sedang menendang ini. Namanya Rendang Nendang. Haishhh seberapa nendang sih rendangnya??

Wisata "Tsunami" Aceh

Kota Banda Aceh tidak luas, kabarnya satu hari cukup untuk mengelilingi kota ini. Selama tiga hari di sana. Di sisa waktu tugas memang saya kemudian segera mengenali kota ini. Yup bolak balik di sini-sini juga. Simpang lima dan Masjid Raya Baiturahman merupakan dua tempat yang akan sering kita lewati. Sebagai orang yang baru pertama kali berkunjung ke Aceh tentu saya boleh melewatkan beberapa tempat yang kemudian menjadi obyek wisata mengenang ganasnya bencana tsunami di 2004 lalu. Museum Tsunami. Museum ini dirancang oleh Ridwan Kamil Walikota Bandung. Dari luar tampak ciri khas bangunan rancangan beliau, didominasi warna coklat. Cuaca cukup terik saat itu meski hari sudah menjelang sore. Masuk ke museum ini tidak dikenai biaya. Helikopter rusak bukti fisik keganasan tsunami menyambut di depan Museum. Cuaca panas terik siang itu langsung terasa sejuk dan adem saat memasuki pintu pertama ke dalam museum. Cess... lorong panjang dan gelap, suara deburan ombak dan...

Hali ini, Ibu Kelja Enggak???

Pertanyaan rutin dek Paksi setiap hari. Minimal dua kali sehari deh. Pertama bangun tidur kedua pas nyampe rumah sepulang dari kantor. Pagi Hari "Hali ini, Ibu kelja enggak??? sambil matanya masih agak merem. Eits setelah sebelumnya nangis dulu karena sadar Ibunya sudah tidak ada di sampingnya. Saya yang biasanya sudah rapih di bawah siap-siap berangkat, atau sedang membantu menyiapkan kakak-kakaknya berangkat sekolah, atau malah belum ngapa-ngapain termasuk belum mandi. Langsung buru-buru naik ke atas dan pura-pura mengantuk dan menemaninya di sampingnya di tempat tidur. Maksudnya biar dia bobo lagi dan rutinitas pagi saya bisa langsung berlanjut. Ini nih si bungsu ini kebiasaan kayak Bung Rhoma, Begadang.... Hadeehhh.  Hmm tapi memang banyak gagalnya. Kalo berhasil saya buru-buru memeluk dia lagi, mpuk2 pantatnya atau membiarkan dia meminta m×××× *maaf*, lalu dia akan tertidur lagi. Setelah yakin dia pulas tertidur lagi langsung saya kabur melanjutkan hal-hal ya...

Resep Sederhana: Ikan Bawal Steam ala Ibu Ophi

Makan ikan segar itu pasti enak dimasak apapun... goreng, bakar,rebus, pepes, steam dll. Ini salah satu menu yang paling disukai Ka Zaha. Kami berdua memang fish lover. Saya pakai bumbunya standar saja, dengan cara yang simpel dan tentu saja cepat. Kali ini menu ikannya ikan bawal. Bahan: Ikan bawal, bersihkan, potong sesuai selera, cuci bersih, lumuri dengan jeruk nipis/lemon.

Otentiknya Kuliner Banda Aceh

Yup secara baru pertama kalinua saya menjejakkan kaki di Tanah Rencong... Nangroe Aceh Darussalam pastinya saya sudah mencatat dung kuliner khas Aceh apa yang tak boleh saya lewatkan *tukang makan*. Yup saya bahkan harus mengaku kalah dan terpaksa cheating dari FC *haisshhhh alesan*. Daan kompor makin memanas saat duduk di pesawat Majalah Garuda Colours menyajikan reportase tentang kuliner Aceh *ngebullll*. Makin lupa sama pola makan sehat *garuktembok* Meski belum pernah ke Aceh, saya sudah pernah sih mencicipi beberapa ragam makanan khas Aceh. Ayam tangkap, Mie Aceh, Es Timun eh tapi kan bukan di tanah Aceh tetep beda kayaknya. Mari kita buktikan. Warung Nasi Khas Aceh Hasan. Meski sejak awal saya sudah terbayang-bayang si Ayam Tangkap ternyata sampai saya pulang saya tak bisa mencicipinya. Hmm di Banda Aceh, saya makan siang di salah satu warung makan khas Aceh, Hasan 2 yang letaknya di sebuah jalan besar yang ramai yang berada di tepi sawah. Bangunannya berupa bang...

Resep Sederhana: French Fries Renyah ala Ibu Ophi

Sejujurnya ini bukan resep asli ide dari saya. Tadi pagi bingung mau bikin apa di minggu yang mendung ini. Setelah membuat pisang panggang keju mesis... yang meski sedikit gosong tapi alhamdulillah ladziiid... saya melihat kentang belum diolah di dapur. Ahh coba bikin kentang goreng ala french fries gitu ah... tak mau asal goreng saya langsung meminta bantuan mbah google. Dibaca, dipahami langsung praktikin. Hasilnya alhamdulillah memuaskan. Setidaknya menurut para krucils. Oh iya saya memang mau menggoreng kentang yang renyah dan tidak melepes *apa ya bahasa Indonesianya :D setelah dingin. Tapi daging kentangnya tetap empuk. Alhamdulillah hasilnya sesuai harapan. Bahan: Kentang 1 kg kupas bersihkan rendam di air bersih, potong sesuai selera (saya potong agak panjang dan besar, supaya lebih berasa pulen kentangnya meskipun luarnya kering) Tepung maizena secukupnya Air es Minyak goreng Bumbu; Garam 5 siung bawang putih Haluskan