Skip to main content

Menemukan Kebaikan dengan Menulis: Kunjungan ke Blog Nunu Halimi

Kalau kau bukan anak raja, dan kau bukan anak seorang ulama besar, maka jadilah penulis" 
Ungkapan yang dikatakan Imam Alghazali ini memang benar adanya, menulis memberikan banyak kesempatan untuk kita menjadi "seseorang" jika kita merasa bukan siapa-siapa. Penggalan kalimat ini yang pernah saya baca di postingan Mba Nunu demikian saya memanggil Ibu berparas cantik dan ayu ala artis tahun70-an ini. Dalam postingan tersebut Mba Nunu sedang bercerita mengapa Ia kemudian menjadi Blogger. Mengapa Ia hingga hari ini menekuni dunia blogging, seperti saya.

Well saya sepakat banget dengan rujukan ungkapan Imam Al Ghazali tersebut. Toss dulu ah Mba Nu. Satu dari sekian alasan saya menulis (dalam blog) juga karena saya bukan siapa-siapa namun ingin berbagi dan meninggalkan jejak bagi dunia. Aiiih... semangat Mba Nu (dan akyuuu).


Sesama Blogger yang tinggal di Jabodetabek, saya alhamdulillah lumayan beberapa kali ketemuan sama Mba Nunu di event-event blog. Well, itu berarti 3-4 tahun lalu. Karena sejak 3-4 tahun lalu saya sudah sangat jarang ikutan acara offline karena kesibukan dan waktu yang tidak pas. Mba Nunu sendiri tampaknya masih aktif hingga hari ini. Apalagi Mba Nunu tergabung di komunitas blogger Depok yang cukup aktif dan banyak kegiatan. Mba Nunu juga aktif di banyak komunitas blogger lainnya. 

Waah selain udah lama banget gak bersua di dunia nyata, di dunia maya juga saya emang agak kurang intens mengunjungi mereka baik di sosial media maupun blog. Maapkeun ya man teman. Daku syivuuuk hiks... Iya lama gak main eh sekalinya main, aku kaget karena teman-teman blogger udah banyak yang jadi selebgram, dengan jumlah follower yang jauh meningkat. Salah satunya Mba Nunu. Aktif di media sosial yang memiliki banyak follower juga merupakan salah satu nilai tambah seorang blogger.

Cuss kalau mau kenalan ya:

https://www.instagram.com/nunuhalimi/
https://twitter.com/nunuhalimi
https://facebook.com/nunuhalimi








Sekarang yuk kita main ke hunian virtual Mba Nunu. NunuHalimi.com, dengan tagline Finding Something Good With Writing it. 

Blog bagi saya adalah media untuk bisa mendapatkan sesuatu dengan lebih baik setiap hari. Sesuai dengan motto blogging saya "Finding Something Good With Writing It" Menemukan sesuatu yang baik dan menuliskannya, mengemas informasi dengan sentuhan personal yang bisa menjadi hal penting bagi yang membutuhkan, sekaligus menjadi momen berharga saya untuk di kenang. Dan, Blog ini secara umum ya memang mengedepankan saya sebagai diri sendiri bukan keluarga.

Iya setiap blog adalah personal bagi saya. Setiap blog memiliki makna dan arti tersendiri bagi pemiliknya. Demikian juga dengan blog milik Mba Nunu. Blog Mba Nunu bisa dikategorikan blog lifestyle karena Mba Nunu tidak hanya menulis satu niche blog. Well, sama kayak saya. Toss lagi Mba Nunu. Tulisan seputar parenting, kuliner, kecantikan, entertaintmen, dan banyak kategori lain yang bisa ditelusur lewat menu di sisi kanan blog.

Postingan pertama Mba Nunu ternyata ditulis pada Tahun 2015, Juni. Tulisan pertama di Blog tersebut berkisah tentang curhat Mba Nunu untuk tetap berbahagia menghadapi kegagalan. Mba Nunu yang akhirnya berani bangkit dari kegagalan juga memberikan beberapa tips yang bermanfaat buat pembacanya tentang bagaimana menyikapi kegagalan, berangkat dari apa yang dialaminya.

Itulah kenapa blogging juga bisa menjadi sarana healing. Well mencurahkan apa yang kita rasakan dan lalu membaginya dengan orang lain setidaknya bisa meringankan apa yang terasa berat. Di sisi lain, sangat mungkin ada orang yang menemukan solusi atas apa yang kta bagi. Semangat terus Mba Nunu... Keep blogging, keep finding good with writing it.

Comments

  1. Duh, terimakasih Mba Ophi, sehat selalu ya, semoga bisa jumpa lagi, aku jadi flashback ke awal ngeblog nih, sedih tapi ternyata malah terbuka jalan lain 🤗🤗

    ReplyDelete

Post a Comment

Terimakasih sudah silaturahim, silahkan meninggalkan jejak di sini. Comment yang masuk saya moderasi terlebih dahulu ya. Mohon tidak meninggalkan link hidup.

Popular posts from this blog

Melangitkan Sebuah Rindu Tuk Jadi Tamu di RumahMu

Duh semoga judulnya gak berasa lebay yaa. Tapi mengunjungi Baitullah merupakan satu rindu yang tidak hanya jadi mimpi di kala tidur buat saya. Mendengar orang bercerita tentangnya sering membuat hati saya bergemuruh. Melihatnya di televisi, di timeline medsos, di broadcast wa, atau bahkan jika tanpa sengaja melihatnya sekalipun sering membuat mata saya berkaca, tak jarang lalu ada yang mengalir di sudutnya. Pun ada yang menyentak-nyentak di balik dada. Saya merasakannya sebagai sebuah rindu.

Waspada Bahaya Racun Tomcat! Kenali dan Atasi Dengan Tepat!

Tomcat, keren sebutannya namun sayangnya efek dari racun yang berasal dari cairan tubuhnya baik melalui gigitan atau keluar dari tubuhnya karena dipencet atau terpencet ternyata sangat berbahaya bagi kulit. Sebuah sumber menyebutnya racun cairan Tomcat lima kali lebih kuat dari pada bisa Kobra. Bukan efek mematikan karena masuk dalam peredaran darah tetapi efeknya jika terkena kulit. Memang racun tomcat hanya menyerang kulit. Racun tersebut tidak mematikan walaupun sangat menyakitkan karena zat yang terkandung dalam cairan tomcat  yaitu paederin apabila terkena kulit kita akan menimbulkan gatal atau efek terbakar. 

FOCA Sachima: Cemilan Praktis untuk Keluarga di Segala Suasana

Morning Hectic Kehebohan rutin setiap pagi, -kecuali weekend -, rasanya hampir serupa untuk working mom tanpa asisten yang stay di rumah kayak aku. Apalagi kalau bukan seputar menyiapkan bekal untuk sarapan dan makan siang anak-anak,  plus bekal untuk aku dan suami karena kami juga berangkat kerja. Sesekali aku memang membawa bekal untuk makan siang di kantor.  Yang paling wajib adalah menyiapkan bekal untuk sarapan dan makan siang Ka Alin dan Ka Zaha. Sejak SMP, Dek Paksi menyempatkan sarapan di rumah lalu dibekali makanan ringan saja. Jadilah pagi hari harus jadi waktu yang efektif dan efisien untuk menyelesaikan tugas negara tersebut. Jujur lumayan PR memikirkan bekal dan menu apa yang harus disiapkan setiap paginya.  Bukan apa-apa karena bekal untuk Ka Alin dan Ka Zaha tuh wajib lengkap sih isinya. Secara mereka berdua berangkat pagi dan tidak sempat sarapan pagi di rumah, artinya sarapannya juga disiapkan di paket bekal yang mereka bawa. Mereka juga pulang petang, ...