Skip to main content

Posts

Showing posts from October, 2022

Paragliding Tandem di Tinombo - Parigi Moutong - Sulawesi Tengah

Paragliding? Ah gak kebayang sama sekali. Saya si penakut ketinggian yang menyeberang jembatan saja nderekdek, panas dingin, gemeteran, mau terbang paralayang? Mimpi kali yaa. Hahaha sejujurnya mimpipun kayaknya enggak sih. Eh tapi aku pernah bermimpi bisa terbang melayang seperti kupu-kupu meski tanpa sayap, mungkin di bawah alam sadarku aku ingin mengalahkan rasa takut ketinggian dan bisa terbang. Tapi bisa terbang melayang di alam nyata benar-benar di luar imajinasi emak-emak anak tiga kayak aku. Jadi meski di whatsapp grup sudah ramai diperbincangkan soal kesempatan bisa mencoba paralayang di wilayah Tinombo Sulawesi Tengah saat nanti kami bertugas ke sana untuk kegiatan pengumpulan data namun saya adem ayem karena berpikir "gak mungkin banget sih aku mau mencoba" "Gak beranii..., takut".  Baca juga: Pengalaman saya river tubing di Yogya Tapi ternyata apa yang kita pikirkan bisa jadi bertentangan dengan kenyataan ketika semesta justru berkata sebaliknya. Karena ...

Hello, Goodbye! My Fourth Baby. I Love You, But He Loves You More

Beberapa hari belakangan, biasanya Pukul 07.15 aku tengah menanti KRL merapat ke Stasiun Sudimara. Tiga menit kemudian KRL datang dan merapat tepat di depan hidungku. Meski sudah puluhan tahun naik KRL tapi aku belum dapat berdiri tepat di depan pintu yang terbuka. Kadang harus bergeser sedikit untuk bisa mendapati pintunya. Sekitar tiga minggu ke belakang di antara sesaknya pengguna KRL aku biasanya mendapatkan tempat duduk. "Misi Pak, tolong Ibu hamil." Alhamdulillah kemudian bisa duduk manis. Lalu membuka aplikasi dzikir pagi. Hingga pada kalimat tauhid, tasbih, tahmid, dan istighfar masing-masing 100 kali mataku memejam antara menikmati sisa kantuk dan lelah karena harus bangun sebelum shubuh dan menyiapkan semuanya sambil membuka aplikasi penghitung  biji tasbih dalam hitungan100 x 3. Biasanya saat itu posisi KRL sudah melaju dari Stasiun Kebayoran menuju Stasiun Palmerah.  Iya, sekitar 3 minggu setelah mendapatkan Pin berwarna pink: "Ibu Hamil, Jangan Biarkan aku B...