Skip to main content

Mengeksplor Tebing Koja Kandang Godzilla

Sudah sejak Tebing Koja atau yang biasa disebut sebagai Tebing Godzilla ini viral kami pingin main ke sini. Lebih karena penasaran sebetulnya, wah ada destinasi unik tak jauh dari Tangerang Selatan rumah kami? Hmm yuk kapan yuk! Daan memang, kapan entah kapan! niat dan wacana melulu sampai akhirnya ketika sudah tidah "happening" lagi kami malah bisa ke tebing yang secara administratif berada di wilayah Kecamatan Solear Kabupaten Tangerang ini. 

Well, there is always a good thing in everything. Justru karena sudah lewat masa viral terlebih sejak dihantam pandemi, maka mengunjungi Tebing Koja menjadi kesan tersendiri karena kita jadi leluasa dan bisa menikmati tempat ini tanpa terlalu merasa terganggu karena keramaian. Ya berasa private visit gitu deh. Jadi beneran kalau tujuannya mau menikmati suasana, lebih pas berkunjung saat sedang tidak terlalu ramai. Jadi bisa puas berphoto atau mungkin untuk content creator bisa puas membuat content di sini.

Tebing Koja ini tampaknya tebing yang terbentuk akibat dari bentukan alam pasca kegiatan penambangan batu kapur yang kemudian terisi air dan tebing-tebinnya terbentuk dengan bentuk-bentuk unik salah satunya yang paling hits yang bentuknya mirip dengan Godzilla. Jadi Tebing-tebing yang mengelilingi lokasi ini disbeut tebing Koja sedangkan tebing-tebing yang terbentuk di dalamnya beberapa berbentuk godzilla. Jadilah Tebing Koja ini merupakan kandang dari godzilla. Spot tebing berbentuk Godzilla ini merupakan spot favorit untuk berphoto dan memang instagramable.



Sekitar satu jam lebih (karena ternyata ada beberapa titik kemacetan), akhirnya kami sampai. Perjalanan hampir separuhnya di dalam jalan tol lalu setelah keluar masuk ke jalan yang cukup ramai sampai akhirnya masuk jalan desa menuju lokasi. Sekelompok anak kecil tanggung berlarian di depan mobil kami dan mengarahkan parkir di beberapa lokasi yang rupanya pernah jadi lokasi parkir dadakan milik warga saat destinasi ini masih ramai pengunjung. 

Untung kami memilih tetap lanjut dan ada seorang laki-laki bersepeda motor yang mengarahkan kami ke lokasi parkir yang tepat. Kami parkir di dekat tebing tepat di sisi pintu masuk. Sehingga tidak perlu berjalan terlalu jauh ke lokasi. 


Membayar tiket parkir Rp.5000, per orang kami segera masuk ke lokasi. Seorang Ibu pedagang makanan langsung aktif menginfokan berbagai hal, terutama spot terbaik dan paling hits untuk berphoto. Saya baru saja bernafas dan mencoba mengamati tempat tersebut dan langsung dijejali informasi dan tawaran bantuan untuk mengambil gambar. Posisinya memang unik dan bakal kece kalau mengambil gambar seperti yang dia maksudkan. 

Sayangnya posisi spot photo yang tampak riskan dan membutuhkan konsentrasi dan keseimbangan tinggi membuat saya jiper. 

"Enggak bu, saya ga berani sampai situ, takut kepeleset. Nanti anak saya dan ayahnya aja yang berphoto di situ"


Untungnya saya juga tipe yang lebih suka memoto dari pada dipoto. Jadilah Ayahnya dan Paksi yang kemudian berpose sesuai dengan arahan Ibu pengarah gaya sekaligus tukang photo dadakan. Ups kata Ibunya dia sudah sering menjadi tukang poto dari spot dimaksud, jadi dia hapal mana angle terbaik. Wiss... mantap lah bu. Saya malah mengamati dan mengambil photo mereka. Maklum baik yang diphoto maupun yang memoto, buat saya posisinya agak ngeri-ngeri sedap. Saya takut jatuh euy. Maklum belum "napak bumi".

Setelah puas berphoto, kami langsung mencari tempat duduk yang nyaman plus memesan kepala bulat. Panas dan haus cyin. Dek Paksi langsung ngacir mengexplore suasana. Saya hanya berpesan hati-hati dan membiarkannya bebas berkelana. Si kinestetik ini langsung ngacir dan tidak lama kembali dan menyampaikan laporan. "Bu ternyata luas banget tempatnya, aku tadi ke sana trus ke sana lagi. Ada jalan rahasia juga bu, terus ada danau sama perahu kayu juga" Penuh antusias Paksi menceritakan hasil observasinya.



"Well noted dek, trus kapan adek mau ngambil gambar dan videonya?"
"Aku tadi sempat ngambil photo dan rekam video bu di beberapa tempat, nanti ibu bantu ambil juga ya yang ada akunya."
"Oke siap sayang..."



Nah untuk melihat hasil video dek Paksi bisa dilihat video di bawah ini ya. Ini akun Youtube dek Paksi sendiri lho, semua proses kreatif termasuk editing dia lakukan sendiri tanpa bantuan saya. Saya cuma membantu mengambil beberapa video dan photo saja. Akun youtube ini juga dia kelola sendiri. Sayangnya sudah sebulan lebih dia tidak aktif karena Hpnya (lungsuran Ayahnya) rusak dan tidak nyala sama sekali. Cuss dilihat video karya Paksi dan dengan senang hati, kalau mau disubscribe juga yaa. Maaciih.


Jadi ternyata memang lumayan banyak juga spot unik yang bisa dijadikan latar untuk berphoto atau video selain menikmati suasana. Adanya semacam danau buatan dengan perahu juga bisa jadi alternatif pilihan untuk mengambil photo atau video. Kita bisa menyewa perahu kayu dan mengayuh ke tengah danau dengan latar tebing-tebing yang eksotis. Sang pemandu perahu juga jago mengarahkan gaya dan mengambil angle terbaik. Makanya banyak juga kabarnya calon pengantin yang mengambil photo dan video pre-wedding.




Untuk yang gak bawa bekal dari rumah, tenang guys di sini banyak warung selain buah kelapa, ada minuman dingin, karedok, gado-gado, gorengan, dan jajanan ringan ada kok. Nah cuma saya belum tahu apakah tersedia musholla dan toilet yang memadai. Karena kemarin kami sholat di masjid pinggir jalan menuju jalan pulang. Karena cukup sepi dan katanya sudah lama sepi jadi saya khawatir fasilitas umum kayak toilet dan musholla gak memadai, jadi kami gak mau gambling dan memutuskan sholat di masjid searah jalan pulang.

Kalau yang ini video versi Mom of Trio yaa... monggo ditonton, like, comment, dan subscribe juga yaaks hehehe...

Salam sehat semua, sampai ketemu di postingan jalan-jalan berikutnya. Love 





Comments

  1. wah ini masih daerah Tangerang toh, lumayan ini bisa jadi destinasi wisata kalau weekend ya mak. Tadi kupikir ada diluar kota loh, nanti pas senggang mau ah main kesini juga.

    ReplyDelete
  2. Menarik nih, ada tebing berbentuk mirip Godzilla. Tapi mesti ekstra hati-hati ya kalau mau berfoto di beberapa spotnya, baik yang difoto maupun yang memfoto.
    Ibu pemilik warungnya mendadak jadi fotografer "profesional" karena dulu saat viral udah sering mengamati, lalu menirukan para pengunjung dalam mengambil foto, jadinya punya pengalaman

    ReplyDelete
  3. Itu foto si papa lagi nangkring sekilas kayak di Batu Pandang Ratapan Angin Dieng, mbak hehehehe :D Ini kok keren ya ada tebing cakep gini di Tangerang. Tebing Godzilla memang cocok buat foto2 dan murah ya cuma 5 ribu aja bayarnya. Lama2 para pemilik warung udah gape bener cekrek2 saking keseringan motoin pengunjung di sini hahaha...

    ReplyDelete
  4. Wizzz ibunya lama-lama les fotografi ya Mbak 🤣 tapi emang gak minta bayaran Mbak? Perjalanan ke sananya tuh menanjak gak sih Mbak?

    ReplyDelete
  5. Iyaaa sempet lihat pas viral sebelum pandemi trs hilang nah sekarang baca ulasannya disini. Bagus yaa emang cocok puas kalau lg sepi kebayang yg tmpnya ngeri buat foto kalau pas rame pasti ngantrii

    ReplyDelete
  6. Agak serem liat spot foto yang di tebing itu Mba. Harus anak yang sudah matang motoriknya , sempit soalnya. Tapi kalo makan di sana, duh enaknya, cocok banget makan karedok beratap langin berteman angin semilir

    ReplyDelete
  7. Tebing Godzilan beneran mirip Godzila ya penampakannya, dan ternyata ini deket lho di Tangerang aja hehehe

    ReplyDelete
  8. Videonya baguusss..
    Aku suka banget narasinya yang menjelaskan bagaimana Tebing Godzilla dan ada apa aja..
    Rasanya jadi pingin ke Tangerang... menikmati keindahan Tebing Godzilla secara langsung.

    ReplyDelete
  9. Menarik ya ini, tebingnya mirip Godzilla, masya Allah. Jadi kebayang kesana sambil menikmati karedok nih

    ReplyDelete
  10. Yaa Allah, beneran bagus tempatny Mak. Pengen deh pan kapan ke sana . Moga aja ada kesempatan.

    ReplyDelete
  11. Kandang godzilla bener2 gak ada godzillanya kan? Hiiyy serem.. takut dikejar godzilla. tapi kandangnya bagus dan luas bgt.

    ReplyDelete
  12. Aku belum sempet kesini mba...bener banget Spot tebing berbentuk Godzilla ini merupakan spot favorit,, bikin penasaran.mau Explore ngeliat fotonya

    ReplyDelete
  13. Woah seru banget dan ternyata cukup affordable ya tiket masuknya. Cuman ya itu medannya lumayan jadi anak anak yang dibawa harus agak gede dulu yaa.

    ReplyDelete
  14. Buat emak-emak kayak kita emang ya. Kalau jalannya terlalu ekstrem, mending skip aja. Biarlah anak dan Pak Suami yang berpose. Hehehe

    Lumayan bagus nih. Tempatnya asri dan banyak makanan. Apalagi sampai ada kelapa muda, uggh segernya.

    Wah, jadi beku.tahu ya, ada tempat ibadah atau enggak. Semoga makin ramia biar fasilitas kian komplit.

    ReplyDelete
  15. Antimainstream banget ini tempatnya, seru berasa berpetualang di hutan Eropa dengann tebing dan lautannya. Eh, tapi di sini juga berasa banget suasana pedesaannya, hemm santuy minum air kelapa dan makan-makan serasa piknik. Terima kasih sharingnya!

    ReplyDelete
  16. wah Ophie udah sampe ke Tebing Godzilla!

    Ini terbentuk karena bekas terkikis akibat galian sih, jadi emang antara positif dan negatif sama imbang

    ReplyDelete
  17. enak banget bisa minum kelapa dengan pemandangan indah :D

    ReplyDelete

Post a Comment

Terimakasih sudah silaturahim, silahkan meninggalkan jejak di sini. Comment yang masuk saya moderasi terlebih dahulu ya. Mohon tidak meninggalkan link hidup.

Popular posts from this blog

Melangitkan Sebuah Rindu Tuk Jadi Tamu di RumahMu

Duh semoga judulnya gak berasa lebay yaa. Tapi mengunjungi Baitullah merupakan satu rindu yang tidak hanya jadi mimpi di kala tidur buat saya. Mendengar orang bercerita tentangnya sering membuat hati saya bergemuruh. Melihatnya di televisi, di timeline medsos, di broadcast wa, atau bahkan jika tanpa sengaja melihatnya sekalipun sering membuat mata saya berkaca, tak jarang lalu ada yang mengalir di sudutnya. Pun ada yang menyentak-nyentak di balik dada. Saya merasakannya sebagai sebuah rindu.

Waspada Bahaya Racun Tomcat! Kenali dan Atasi Dengan Tepat!

Tomcat, keren sebutannya namun sayangnya efek dari racun yang berasal dari cairan tubuhnya baik melalui gigitan atau keluar dari tubuhnya karena dipencet atau terpencet ternyata sangat berbahaya bagi kulit. Sebuah sumber menyebutnya racun cairan Tomcat lima kali lebih kuat dari pada bisa Kobra. Bukan efek mematikan karena masuk dalam peredaran darah tetapi efeknya jika terkena kulit. Memang racun tomcat hanya menyerang kulit. Racun tersebut tidak mematikan walaupun sangat menyakitkan karena zat yang terkandung dalam cairan tomcat  yaitu paederin apabila terkena kulit kita akan menimbulkan gatal atau efek terbakar. 

FOCA Sachima: Cemilan Praktis untuk Keluarga di Segala Suasana

Morning Hectic Kehebohan rutin setiap pagi, -kecuali weekend -, rasanya hampir serupa untuk working mom tanpa asisten yang stay di rumah kayak aku. Apalagi kalau bukan seputar menyiapkan bekal untuk sarapan dan makan siang anak-anak,  plus bekal untuk aku dan suami karena kami juga berangkat kerja. Sesekali aku memang membawa bekal untuk makan siang di kantor.  Yang paling wajib adalah menyiapkan bekal untuk sarapan dan makan siang Ka Alin dan Ka Zaha. Sejak SMP, Dek Paksi menyempatkan sarapan di rumah lalu dibekali makanan ringan saja. Jadilah pagi hari harus jadi waktu yang efektif dan efisien untuk menyelesaikan tugas negara tersebut. Jujur lumayan PR memikirkan bekal dan menu apa yang harus disiapkan setiap paginya.  Bukan apa-apa karena bekal untuk Ka Alin dan Ka Zaha tuh wajib lengkap sih isinya. Secara mereka berdua berangkat pagi dan tidak sempat sarapan pagi di rumah, artinya sarapannya juga disiapkan di paket bekal yang mereka bawa. Mereka juga pulang petang, ...